Fenomena Banyak Pasangan Muda Nikah Dini di Masa Pandemi 2020

102

Kilatnews- Hallo sahabat Kilat semua semoga weekendnya berkesan yaa. Admin akan membahas mengenai Fenomena Banyak Pasangan Muda Nikah Dini di Masa Pandemi 2020. Selengkapnya hanya di Kilat.

Permintaan dispensasi pernikahan atau pernikahan pada usia dini di Kabupaten Kediri meningkat dengan cepat selama periode pandemi Covid-19. Pada akhir Oktober, Pengadilan Agama Kediri telah menerima 507 permintaan. Dibandingkan dengan 2019 ada peningkatan ganda.

“Sepanjang 2019, jumlah kasus pernikahan dini adalah 253,”

Terjadinya kasus pernikahan dini disebabkan oleh berbagai hal. Informasi berkumpul, salah satunya adalah alasan klasik, yaitu MBA Alias ​​menikah karena kecelakaan, atau hamil terlebih dahulu.

Meskipun masih relatif remaja, mereka dipaksa menikah. Ada juga alasan untuk mengantisipasi perzinahan. Khawatir di sekitar batas, orang tua mengambil inisiatif untuk membebaskan anak-anak mereka ke lorong.

Menurut Heri, kurangnya pengawasan orangtua adalah salah satu faktor penyebab. “Kesibukan pekerjaan memperhatikan anak-anak untuk berkurang,” kata Heri.

Terutama dengan dampak ekonomi dan sosial dari pandemi Covid-19. Yaitu banyak orang tua kehilangan pekerjaan mereka. Untuk menyelamatkan ekonomi rumah tangga, semakin banyak orang tua sibuk pergi ke sana.

Akibatnya, bayi yang mulai tumbuh remaja menjadi tidak dirawat dengan baik. Menurut Heri, fungsi dan peran orang tua dalam mendidik anak-anak telah digantikan oleh lingkungan. “Perilaku anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya,” katanya.

Meskipun UU No. 1 tahun 1974 menjadi UU No. 16 tahun 2019 telah mengubah persyaratan usia kandidat kedua untuk pengantin wanita hingga minimal 19 tahun, mayoritas permintaan dispensasi masih diberikan. Namun demikian, kata Heri, sebelum dispensasi diberikan pengadilan masih memberi saran dan penjelasan.

Yaitu pembentukan keluarga yang harmonis dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antara mereka adalah agama atau keyakinan, cinta timbal balik, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak, terbuka dan mempertahankan empati. “Hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum pernikahan,” kata Heri.

Laman: 1 2

You might also like
close