Terbaru,Fenomena Pernikahan dini di Masa Pendemi Covid 19?

247

Kilatnews -Hallo sobat jumpa lagi Weekends bersama Admin. Fenomena Pernikahan dini di Masa Pendemi Covid 19. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu.

AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

“Pernikahannya Sabtu pekan lalu, anak yang dari Karang Baru usia 14 tahun dan suaminya dari Selagalas 20 tahun,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi, kemarin (18/9).

Mengetahui informasi ini, pihak LPA Kota Mataram langsung mendatangi kediaman pengantin laki-laki di Lingkungan Dasan Jangkrik Selagalas malam harinya.

Mereka berupaya untuk memisahkan anak ini mengingat usianya yang masih terlalu dini.

AA kabarnya masih duduk di bangku SMP. Tapi hingga kini tempatnya sekolah masih belum jelas. Namun upaya pihak LPA tidak bisa terlaksana. Lantaran pihak perempuan kepada keluarganya mengancam bunuh diri jika dipisahkan.

“Saat kami ke sana, anaknya sudah melangsungkan akad nikah. Jadi agak susah memang dipisahkan,” ujar Joko.

Selain pernikahan AA dan IW, Joko mengaku ada tujuh kasus pernikahan usia anak lainnya yang terjadi di Kota Mataram. Hal itu diketahui karena tujuh pasangan di bawah umur ini mengajukan dispensasi atau permintaan menikah secara resmi di pengadilan. Itu belum termasuk yang tidak mengajukan dispensasi.

“Bisa jadi puluhan pasangan. Dugaan kami akibat pandemi Covid-19 ini pernikahan usia anak naik,” beber Joko.

LPA Kota Mataram berharap, dengan kondisi masa pandemi Covid-19 ini, orang tua lebih memperhatikan anaknya. Mereka bisa mengayomi dan mendidik anak agar perilakunya tidak liar. Bukan sebaliknya memicu konflik dengan anak.

“Karena konflik antara anak dan orang tua membuat anak berpikir menikah menjadi salah satu solusi,” ungkapnya.

Terpisah, Lurah Karang Baru Masrun membenarkan jika salah satu warganya menikah di usia dini.

“Usianya memang 14 tahun, tapi badannya agak besar. Kalah anak SMA kelas tiga,” akunya.

Orang tua dan pihak keluarga sudah berupaya mencegah anak ini untuk menikah. Namun keduanya memaksa melangsungkan pernikahan. Sehingga, perkawinan dilakukan secara siri.

Laman: 1 2

You might also like
close